Breaking News
Home / Ulumuddin / Fiqh / Syakhsiyah / Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad

Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad

Review Overview

Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad

User Rating: 1.28 ( 2 votes)

Hadits MutawatirHadits Mutawatir  dan Hadits Ahad, hadits dibagi dalam dua bentuk besar. Bentuk pertama terbagi atas hadits mutawatir dan hadits ahad. Bentuk kedua terbagi atas mutawatir, ahad, dan masyhur . bentuk pertama yang lebih praktis, alasannya karena hadits masyhur itu sudah tercakup dalam hadits ahad yang terbagi atas masyhur, ‘aziz, dan ghorib.

Pengertian Hadits Mutawatir

Hadits mutawatir, adalah hadits yang diriwayatkan sejumlah orang dalam setiap tingkat sanadnya dan mustahil para perawinya itu bersepakat berdusta. Sebab hadits itu diriwayatkan oleh banyak orang dan disampaikan kepada banyak orang. Oleh karena itu diyakini kebenarannya.

Dalam hal keotentikannya, hadits mutawatir sama dengan Al-Qur’an,karena keduanya merupakan sesuatu yang pasti adanya (qoth’i al wurud). Itulah sebabnya, para ulama sepakat bahwa hadits mutawatir wajib diamalkan. Berikut salah satu contoh hadits mutawatir:

Muhammad Rasulullah Saw. Bersabda : “ Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempat (kembalinya) dalam neraka. “(HR. Bukhori, Muslim, Ad-Darimi, Abu Dawud,Ibnu majah, Tirnidzi, Abu Hanifah, Thabrani, dan Hakim)

  1. Mutawatir Lafzi, yakni perkataan Nabi Saw; dan
  2. Mutawatur ‘Amali, yakni perbuatan Nabi Saw.

Pengertian Hadits Ahad

Hadits Ahad, yaitu Hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir.

Para imam berbeda pendapat kedudukan hadits ahad ini. Menurut  Imam Hanafi (Abu Hanifah), jika rawinya orang-orang yang adil maka hanya dapat dijadikan hujjah pada bidang amaliyah, bukan pada bidang akidah dan ilmiah. Imam Malik berpendapat hadits ini dapat dipakai menetapkan hukum-hukum yang tidak dijumpai dalam Al-Qur’an dan harus didahulukan dari qias zhonni (tidak pasti).

Imam syafi’i menegaskan, hadits ini dapat dijadikan hujjah jika rawinya memiliki empat syarat:

–          Berakal

–          Dhobit (yakni memiliki ingatan dan hafalan yang sempurna serta mampu menyampaikan hafalan itu kapan sajadikehendaki);

–          Serta mendengar langsung dari Nabi Muhammad Saw; dan

–          Tidak menyalahi pendapat ulama hadits.

Hadits Masyhur, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh tiga rawi atau lebih dengan sanad yang berbeda. Contohnya, Muhammad Rasulullah Saw, bersabda, “Orang Islam ialah orang-orang yang tidak mengganggu orang Islam lainnya , baik dengan lidah maupun dengan tangannya.” (HR.Bukhori, Muslim, dan Tirmidzi)

Sanad Muslim, yaitu Muslim (mendengar ) dari Sa’id, dari Yahya, dari Burdah, dari Abu Musa, dari Rasulullah Saw.

Sanad Tirmidzi, yaitu tirmidzi (mendengar) dari Qutaidah, dari al-Lais,dari al-Qo’qo, dari abu Salih,dariabu Huroiroh,dari Nabi Saw.

Sedangkan yang dimaksud hadits ‘aziz adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang perawi, walaupun setelah itu diriwayatkan oleh sejumlah perawi. Hadits ghorib adalah hadits yang dalam sanadnya hanya ada satu orang rawi, dimanapun sanad itu terjadi.

Demikian penjelasan Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad, semoga bermanfaat.

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter ponpesalbadar

====

Facebook Comments

Check Also

Hukum Memakai Rambut Palsu atau Wig

Perkembangan sosial tentu diikuti model gaya hidup yang semakin berkembang pula, berikut pula cara berpenampilan. …