Kamis , 24 Oktober 2019
Breaking News
Home / Syeikhona Prof. Dr. KH. Abd Muiz Kabry / Nafsu Sebagai Sumber Energi Kepribadian

Nafsu Sebagai Sumber Energi Kepribadian

Nafsu Sebagai Sumber Energi Kepribadian

nafsuMenurut Ibnu Abbas R.A didalam diri manusia terdapat ruh dan nafsu diantara keduanya ada sesuatu seperti cahaya matahari, kemudian Allah SWT. mematikan nafsu ketiga ( orangnya ) sedang tidur dan membiarkan rohnya tetap hidup didalam dirinya, jika Allah SWT. hendak mematikannya, maka Dia ( Allah SWT ) menggenggam roh orang tersebut hingga dia mati. Jika Allah SWT. menangguhkan ajalnya, nafsu tersebut dikembalikan ketempatnya yakni dalam diri orang tersebut.

Sedang menurut Syaikh Jazuddin bin Abd. Salam: Dalam jasad itu ada dua ruh, Pertama: Ruhul Yaqdhah ( ruh yang terjaga ) yang ada pada jasad manusia ketika dia terjaga, jika ruh itu keluar dari jasad, maka manusia akan tertidur dan ruh itu akan melihat dalam mimpi. Kedua: Ruhul Hayat    ( ruh kehidupan ) yaitu ruh yang diberikan dalam jasad manusia selama ia masih hidup, jika ruh itu pergi ia akan mati. Firman Allah SWT QS Az Zumar Ayat 42 :

اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٤٢)

Artinya :  Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan[1313]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

[1313] Maksudnya: orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.

Maksudnya Allah SWT. mematikan ruhul yaqdhah ketika orang itu tidur dan membiarkan ruhul hayat sampai pada ajal yang ditentukan, maka pada waktu yang telah ditentukan, Ruhul Hayat dan Ruhul Yaqdhah akan dicabut oleh Allah SWT. dan dipisahkan dari jasadnya namun Ruhul Hayat tidak akan mati, ia akan tetap hidup terus dan naik kelangit.16

Dua pendapat tadi pada dasarnya hanya satu yakni keduanya sama-sama mengakui ada dua komponen pada diri manusia ( jasad ) yaitu ada roh atau ruhul hayat dan nafsu atau ruhul yaqdhah. Sedang gambaran hubungan keduanya dapat dilihat dalam kitab Al Adhamah karangan Abu Syaikh mengatakan : Jika nafsu memerintahkan dan menginginkan sesuatu maka anggota badan akan bergerak dan roh akan mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada yang tidak baik. Jika hati baik maka tunduklah kepada roh, namun jika hati itu durhaka maka tidak akan tunduk kepada roh, melainkan mengikuti kehendak nafsu.17

Dari uraian diatas memberikan kejelasan pada kita bahwa dinamika yang berlangsung dalam jasad seseorang digerakkan oleh nafsu melalui jaringan hati yang dikontrol oleh roh. Karena itu dapat dikatakan bahwa nafsu sebagai sumber energi kepribadian sebab nafsu itu melahirkan beberapa bentuk karakteristik manusia menurut sifat tertentu yang dimiliki nafsu itu.

Pembagian Nafsu

Dipandang dari sudut kepatuhan nafsu itu mengikuti ajakan roh kepada kebaikan dan pembangkangan nafsu terhadap pencegahan ruh kepada yang mungkar, maka nafsu dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu :

Pertama : Nafsu Al Muthmainnah yakni suatu bentuk nafsu yang dapat  dikendalikan menurut norma agama dan tidak terpengaruh dari tekanan dan keinginan syahwat.

Kedua : Nafsu Lawwamah yakni nafsu (jiwa) yang tidak sempurna ketenangannya karena sewaktu-waktu tergoda oleh dorongan yang membawa kepada keragu-raguan. Namun terhadap hal-hal yang jahat tetap ditolak dan ditantangnya. Karena itu mencela dirinya pada saat ia tidak taat kepada tuhannya.

Ketiga : Nafsu Amarah  bis Sui yakni nafsu (jiwa) yang melepaskan diri dari pertentangan disebabkan karena keragu-raguan dan sepenuhnya tunduk dan taat pada apa yang dikehendaki syahwat dan syaitan.

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter ponpesalbadar

====

Facebook Comments

Check Also

aswaja

Problematika Ahlus Sunnah Wal Jamaah ( Aswaja )

Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jamaah Kata “Ahlus sunnah” terdiri dari dua suku kata yaitu ’ahlu’ …

Butuh Bantuan !